TAFSIR AL-QUR’AN

Tafsir berarti ilmu untuk mengetahui kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan penjelasan maknanya serta pengambilan hukum dan makna-maknanya. Pengertian “ta’wil”, menurut sebagian ulama, sama dengan tafsir. Namun, ulama yang lain membedakannya bahwa “ta’wil” adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Sebagai contoh kata yadun dalam firman Allah:

        اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

……Tangan (kekuasaan) Allah di atas tangan (kekuasaan) mereka……(QS Al-Fath [48]:10)

Sedangkan Ta’wil menurut beberapa ulama sama dengan tafsir. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa  Ta’wil adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Tarjamah adalah memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain. Dalam hal ini, memindahkan lafal ayat-ayat al-Qur’an yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Macam-Macam tafsir berdasarkan sumbenya

  1. Tafsir bi al-Riwayah/bi-al-Ma’tsur/bi-al-Manqul
  2. Tafsir bi al-Dirayah/bi-al-Ma’qul/bi-al-Ra’yi/bi al-Ijtihad
  3. Tafsir bi al-Isyarah

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Metodenya

  1. Tafsir al-Tahlili (Deskriptif-Analitis)
    1. Tafsir al-Ijmali (Tafsir Global)
    1. Tafsir al-Muqaran (Tafsir Perbandingan/Komparasi)
  2. Tafsir al-Maudhu’i (Tematik)

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Coraknya

  1. Al-Tafsir Al-Fiqhi
  2. Al-Tafsir Al-Isyari
  3. Al-Tafsir Al-Ilmi.
  4. Al-Tafsir Al-Falsafi
  5. Al-Tafsir Al-Adabi Al-Ijtima’i

Ilmu Bantu tafsir atau komponen ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menafsirkan Al-Qur’an secara global sebagai berikut:

  1. Ilmu bahasa
  2. Kelompok ilmu ushul al-ddin/tawhid/kalam/teologi
  3. Kelompok ilmu-ilmu syariah terutama fikih dan ushul fikih
  4. Kelompok ilmu-ilmu Al-Qur’an terutama ilmu tafsir
  5. Kelompok ilmu-ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hokum, sejarah, politik
  6. Kelompok ilmu pengetahuan alam yang meliputi matematika, biologi, kimia dan fisika
  7. Ilmu al-mawhibah
  8. Kelompok ilmu-ilmu lain yang langsung maupun tidak langsung memiliki manfaat bagi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an

Tafsir berarti ilmu untuk mengetahui kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan penjelasan maknanya serta pengambilan hukum dan makna-maknanya. Sedangkan Ta’wil menurut beberapa ulama sama dengan tafsir. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Ta’wil adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Tarjamah adalah memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain.Dalam hal ini, memindahkan lafal ayat-ayat al-Qur’an yang berbahasa Arab kedalam bahasa Indonesia.

Macam-Macam tafsir berdasarkan sumbenya

  • Tafsir bi al-Riwayah/bi-al-Ma’tsur/bi-al-Manqul
  • Tafsir bi al-Dirayah/bi-al-Ma’qul/bi-al-Ra’yi/bi al-Ijtihad
  • Tafsir bi al-Isyarah

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Metodenya

  1. Tafsir al-Tahlili (Deskriptif-Analitis)
    1. Tafsir al-Ijmali(Tafsir Global)
    1. Tafsir al-Muqaran (Tafsir Perbandingan/Komparasi)
  2. Tafsir al-Maudhu’i (Tematik)

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Coraknya

  • Al-Tafsir Al-Fiqhi
  • Al-Tafsir Al-Isyari
  • Al-Tafsir Al-Ilmi.
  • Al-Tafsir Al-Falsafi
  • Al-Tafsir Al-Adabi Al-Ijtima’i

Ilmu Bantu tafsir atau komponen ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menafsirkan Al-Qur’an secara global sebagai berikut:

  • Ilmu bahasa
  • Kelompok ilmu ushul al-ddin/tawhid/kalam/teologi
  • Kelompok ilmu-ilmu syariah terutama fikih dan ushul fikih
  • Kelompok ilmu-ilmu Al-Qur’an terutama ilmu tafsir
  • Kelompok ilmu-ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, sejarah,politik
  • Kelompok ilmu pengetahuan alam yang meliputi matematika, biologi, kimia dan fisika
  • Ilmual-mawhibah
  • Kelompok ilmu-ilmu lain yang langsung maupun tidak langsung memiliki manfaat bagi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an

Tafsir berarti ilmu untuk mengetahui kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan penjelasan maknanya serta pengambilan hukum dan makna-maknanya. Pengertian “ta’wil”, menurut sebagian ulama, sama dengan tafsir. Namun, ulama yang lain membedakannya bahwa “ta’wil” adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Sebagai contoh kata yadun dalam firman Allah:

        اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

……Tangan (kekuasaan) Allah di atas tangan (kekuasaan) mereka……(QS Al-Fath [48]:10)

Sedangkan Ta’wil menurut beberapa ulama sama dengan tafsir. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa  Ta’wil adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Tarjamah adalah memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain. Dalam hal ini, memindahkan lafal ayat-ayat al-Qur’an yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Macam-Macam tafsir berdasarkan sumbenya

  1. Tafsir bi al-Riwayah/bi-al-Ma’tsur/bi-al-Manqul
  2. Tafsir bi al-Dirayah/bi-al-Ma’qul/bi-al-Ra’yi/bi al-Ijtihad
  3. Tafsir bi al-Isyarah

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Metodenya

  1. Tafsir al-Tahlili (Deskriptif-Analitis)
    1. Tafsir al-Ijmali (Tafsir Global)
    1. Tafsir al-Muqaran (Tafsir Perbandingan/Komparasi)
  2. Tafsir al-Maudhu’i (Tematik)

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Coraknya

  1. Al-Tafsir Al-Fiqhi
  2. Al-Tafsir Al-Isyari
  3. Al-Tafsir Al-Ilmi.
  4. Al-Tafsir Al-Falsafi
  5. Al-Tafsir Al-Adabi Al-Ijtima’i

Ilmu Bantu tafsir atau komponen ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menafsirkan Al-Qur’an secara global sebagai berikut:

  1. Ilmu bahasa
  2. Kelompok ilmu ushul al-ddin/tawhid/kalam/teologi
  3. Kelompok ilmu-ilmu syariah terutama fikih dan ushul fikih
  4. Kelompok ilmu-ilmu Al-Qur’an terutama ilmu tafsir
  5. Kelompok ilmu-ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hokum, sejarah,politik
  6. Kelompok ilmu pengetahuan alam yang meliputi matematika, biologi, kimia dan fisika
  7. Ilmual-mawhibah
  8. Kelompok ilmu-ilmu lain yang langsung maupun tidak langsung memiliki manfaat bagipenafsiran ayat-ayat Al-Qur’an

Tafsir berarti ilmu untuk mengetahui kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. dan penjelasan maknanya serta pengambilan hukum dan makna-maknanya. Sedangkan Ta’wil menurut beberapa ulama sama dengan tafsir. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Ta’wil adalah mengalihkan makna sebuah lafaz ayat ke makna lain yang lebih sesuai karena alasan yang dapat diterima oleh akal. Tarjamah adalah memindahkan lafal dari suatu bahasa ke bahasa lain.Dalam hal ini, memindahkan lafal ayat-ayat al-Qur’an yang berbahasa Arab kedalam bahasa Indonesia.

Macam-Macam tafsir berdasarkan sumbenya

  • Tafsir bi al-Riwayah/bi-al-Ma’tsur/bi-al-Manqul
  • Tafsir bi al-Dirayah/bi-al-Ma’qul/bi-al-Ra’yi/bi al-Ijtihad
  • Tafsir bi al-Isyarah

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Metodenya

  1. Tafsir al-Tahlili (Deskriptif-Analitis)
    1. Tafsir al-Ijmali (Tafsir Global)
    1. Tafsir al-Muqaran (Tafsir Perbandingan/Komparasi)
  2. Tafsir al-Maudhu’i (Tematik)

Macam-Macam Tafsir Berdasarkan Coraknya

  • Al-Tafsir Al-Fiqhi
  • Al-Tafsir Al-Isyari
  • Al-Tafsir Al-Ilmi.
  • Al-Tafsir Al-Falsafi
  • Al-Tafsir Al-Adabi Al-Ijtima’i

Ilmu Bantu tafsir atau komponen ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menafsirkan Al-Qur’an secara global sebagai berikut:

  • Ilmu bahasa
  • Kelompok ilmu ushul al-ddin/tawhid/kalam/teologi
  • Kelompok ilmu-ilmu syariah terutama fikih dan ushul fikih
  • Kelompok ilmu-ilmu Al-Qur’an terutama ilmu tafsir
  • Kelompok ilmu-ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, antropologi, ilmu hukum, sejarah,politik
  • Kelompok ilmu pengetahuan alam yang meliputi matematika, biologi, kimia dan fisika
  • Ilmual-mawhibah
  • Kelompok ilmu-ilmu lain yang langsung maupun tidak langsung memiliki manfaat bagi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an

HADAST DAN NAJIS

  1. HADAST

                Hadast adalah keadaan diri pada seseorang yang menyebabkan ia tidak suci dan tidak sah untuk solat.

      2. NAJIS

                Najis ada kotoran dari seseorang yang wajib membersihkan diri dan barang yang terkena najis.

Hadast dibagi menjadi dua yaitu hadas besar dan hadast kecil.

Macam-macam Hadist kecil adalah:

  • Keluarnya sesuatu dariqubul atau dubur
  • TIdur atau hilang akal
  • Menyentuh kemaluan

Cara bersucinya cukup dengan berwudhu

Macam-macam Hadist besar adalah:

  • Keluar mani
  • Haid/nifas
  • Bersetubuh

Cara bersucinya dengan cara mandi besar

Najis dibedakan menjadi:

  • Najis ringan (Mukhafaffah), yaitu naijs yang mensucikannya cukup memercikan air kepada tempat atau benda yang terkena najis

        Contoh najis: kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan kecuali asi.

  • Najis sedang (Mutawassithah),yaitu najis yang mensucikannya dengan membersihkan najis terlebih dulu kemudian mengalirkan air kepada tempat yang terkena najis.
  • Najis berat (Mughaaladzah), yaitu najis yang harus dibersihkan dengan air sebanyak 7 kali, salah satunya dicampur dengan tanah.

        Contoh:terkena air liur anjing.

  • Najis  yang dimaafkan (Ma’fu), yaitu najis yang dimaafkan karena sulit untuk mengenalinya. Contoh: najis ini adalah terkena percikan najis dijalanan.

Tujuan dan Manfaat I’jaz Al-Quran

  1. Tujuan I’jazil Qur’an

Dari pengertian i’jaz dan mukjizat di atas, dapatlah diketahui bahwa tujuanI’jazil Qur’an itu banyak, di antaranya yaitu:

  1. Membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW yang membawa mukjizat kitab Alquran itu adalah benar-benar seorang Nabi/Rasul Allah.
  2. Membuktikan bahwa kitab Alquran itu adalah benar-benar wahyu Allah SWT, bukan buatan Malaikat Jibril dan bukan tulisan Nabi Muhammad SAW.
  3. Menunjukkan kelemahan mutu sastra dan balaghah bahasan manusia, karena terbukti pakar-pakar pujangga sastra dan seni bahasa Arab tidak ada yang mampu menandingi Alquran.
  • Macam-macam I’jaz Al-Quran

Dalammenjelaskan macam-macam i’jazil Qur’an ini para ulama berlainanketerangan. Halini disebabkan karena perbedaantinjauanmasing-masing, diantaranyayaitu:

  1. Dr. Abd. Rozzaq Naufal, dalam kitab Al-I’jazul Al-Adadi lil Qur’anil Karim menerangkan bahwa I’jazil Qur’an itu ada 4 macam, sebagai berikut:

a) Al-I’jazul Balaghi, yaitu kemukjizatan segi sastra balaghahnya, yang munculada pada masa peningkatan mutu sastra Arab.

b) Al-I’jazul Tasyi’i, yaitu kemukjizatan segi pensyariatan hukum-hukum

ajarannya, yang muncul pada masa penetapan hukum-hukum syariat Islam.

c) Al-I’jazul Ilmu, yaitu kemukjizatan segi ilmu pengetahuan, yang muncul pada

masa kebangkitan ilmu dan sain dikalangan umat Islam.

d) Al-I’jazul Adadi, yaitu kemukjizatan segi kuantity atau matematis/statistik,

yang muncul pada abad ilmu pengetahuan dan teknologi canggih sekarang.

Sebagai gambaran I’jazul Adadi menurut Dr. Abd. Razzaq Naufal itu, berikut ini diberikan contoh-contoh:

a) Dalam Alquran kata Iblis disebutkan sampai 11 kali/ayat, maka ayat yang

menyuruh mohon perlindungan dari blis itu juga disebutkan 11 kali pula.

b) Kata sihir dengan segala bentuk tasrifnya dalam Alquran disebutkan sampai

60 kali/ayat, dan kata fitnah yang merupakan sebab dari sihir itu juga

disebutkan sampai 60 kali pula.

c) Kata musibah dengan segala bentuk tasrifanya dalam Alquran disebutkan

sampai 75 kali, yang kata musibah itu sendiri disebut 10 kali. Dan dengan

jumlah 75 kali pula lafal syukur dan semua bentuknya yang merupakan

ungkapan bahagia terhindar dari musibah itu.

  • Imam Al-Khoththoby (wafat 388 H) dalam buku Al-Bayan Fi I’jazil Qur’an mengatakan,

bahwa kemukjizatan Alquran itu terfokus pada bidang kebalaghahan saja.

  • Imam Al-Jahidh (wafat 255H) di dalam kitab Nuzdumul Qur’an dan Hujajun Nabawiyyah

serta Al-Bayan wa At-Tabyin menegaskan bahwa kemukjizatan Alquran itu terfokus padabidang susunan lafal-lafalnya saja. Maksudnya, I’jazul Qur’an itu hanya satu macam saja,yaitu kemukjizatan susunannya.Sebab, memang susunan lafal-lafal Alquran itu berbeda dari kitab-kitab yang lain, terutama

dengan adanya lafalmufrad dan murakkab, adanya taqdim dan ta’khir, adanya hadzaf dan dzikir,

adanya fashal dan washal, dan sebagainya yang sungguh amat menakjubkan.

Pujangga lain yang sepaham dengan Al-Jahidh ialah sebagai berikut:

a) Muhammad bin Jazid Al-Wasithy (wafat 306 H), di dalam kitab berjudul: I’jazil

Qur’an fi Nuzdumi wa Ta’lifi.

b) Dr. Fathi Ahmad Amin, di dalam kitab berjudul: Fikratul Nuzdumi Baina Wujuhil I’jazi.

c) Abd. Qohir Al-Jurjany (wafat 471 H), di dalam kitab Dalailul I’jaz.

  • Moh. Ismail Ibrahim dalam buku yang berjudul Al-Qur’an wa I’jazihi Al-Ilmi mengatakan,

orang yang mengamati Alquran dengan cermat, mereka akan mengetahui bahwa kitab itu

merupakan gudang berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan. Sebab, kitab Alquran itu

berkaitan dengan bermacam-macam disiplin ilmu dan pengetahuan, baik ilmu-ilmu lama

maupun ilmu-ilmu baru.

Karena itu, setelah selesai mengarang kitab Mu’jam Al-Aldazdil wal I’lamul Qur’aniyati, beliau

menulis bukulagi, Al-Qur’an wa I’jazihi Al-Ilmi, guna mengungkapkan segi-segi kemukjizatan Alquran

yang ilmiah.

Di dalam kitab tersebut beliau mendeskripsikan berbagai ayat yang menunjukkan

kemukjizatan Alquran yang ilmiahdan relevasinya, mengapa mukjizat Nabi Muhammad SAW itu

berupa Alquran, dan mengapa Alquran itu merupakan kemukjizatan yang terbesar baginya.

Antara lain, dijelaskan, bahwa karena Alquran adalah firman Allah SWT yang Maha Alim,Maha Mengetahui segala sesuatu dan semua rahasia yang tersembunyi di balik alam semesta ini,sehingga kitab itu dapat menyingkap berbagai problem dan seluruh masalah, baik masalah kemasyarakatan, politik, ekonomi, hukum, etika, peperangan, dan sebagainya, yang itu tadinya belum

terungkap kepermukaan ilmu-ilmu pengetahuan manusia.

Karena itu, Ismail Ibrahim menyimpulkan bahwa fokus kemukjizatan Alquran adalah pada

bidang ilmu dan pengetahuan atau I’jazil Ilmi.

Rupanya beliau bukanlah orang pertama yang mengungkapkan I’jazul Ilmi itu. Sebelumnya,

sudah ada sederetan ulama salaf yang lebih dahulu menyingkapkannya. Antara lain, seperti yang

diinventarisir Dr. Ahmad Abd. Salam Al-Kerdany dalam buku Al-I’jazil Ilmi lil Qur’an:

a) Imam zamahsyari dalam Tafsir Al –Kassyaf

b) Imam Tarur Rozi dalam Tafsir Mafasil Ghaibi

c) Imam Al-Ghazali dalam buku JawahirulQur’an

Prof.Dr. H. Abdul Jalal H.A., Ulumul Quran.  Surabaya : Dunia Ilmu.. 2000. 

TIPS AGAR DAPAT BANGUN MALAM UNTUK SOLAT TAHAJUD

  • Berniatlah akan bangun untuk salat tahajud

Niat adalah pokok paling penting untuk memulai dan melakukan aktivitas. Tanpa adanya niat usaha akan sia-sia..

  • Jangan menghabiskan banyak tenaga pada siang hari

Jangan terlalu beraktifitas disiang hari karna itu akan menimbulkan rasa lelah yang akan mengakibatkan rasa ngantuk dan malas bangun di malam hari. Usahakan untuk tidur siang sekitar 5-15 menit untuk menghilangkan rasa lelah.

  • Hindari makan malam terlalu kenyang

Jangan makan terlalu banyak di malam hari karena akan membuat kita menjadi malas dan sulit bangun.

  • Pasang alarm untuk mengingatkan

Memasang alarm untuk membangunkan kita adalah cara yang efektif dan kebanyakan orang juga sering menggunakan cara tersebut karena sudah banyak yang berhasil. Namun ada pula yang bangun hanya sekedar mematikan alarm lalu tidur kembali.

  • Meminta teman untuk membangunkannya

Kebanyakan orang jika ada temannya bangun ia akan merasa lebih senang dan menghilangkan rasa takut.