
Akuntansi merupakan suatu ilmu yang di dalamnya berisi bagaimana manusia berfikir sehingga menghasilkan suatu kerangka pemikiran konseptual tentang prinsip, standar, asumsi, teknik, serta prosedur yang ada dijadikan landasan dalam pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan tersebut harus berisi informasi-informasi yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik warung mencatat pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang di warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang dagangan dan kebutuhan operasional di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi telah menerapkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan di bidang akuntansi tentu semakin luas dan kompleks jika dihadapkan pada bisnis dengan skala yang lebih besar.
Seperti ilmu-ilmu lainnya, ilmu akuntansi juga berkembang sesuai perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Selain itu, faktor kebutuhan juga ikut serta dalam perkembangan akuntansi itu sendiri. Akan tetapi, baik akuntansi maupun ilmu-ilmu lain tidak berkembang dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong akuntansi tersebut berkembang dan bertahan hingga sekarang.
Jenis Dan Bentuk Penanaman Modal
- Penanaman Modal Langsung atau Penanaman Modal Jangka Panjang
Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2017 tentang pengertian penanaman modal. Penggunaannya adalah wajar dengan menggunakan modalitas.
Penanaman modal secara langsung dilakukan dengan perusahaan lokal, dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan baru, dengan mengkonversikan pinjaman menjadi perusahaan dengan memberikan bantuan teknis dan manajerial. - Penanaman Modal Tidak Langsung
Menciptakan Kegiatan Transaksi di Pasar Modal dan di pasar Uang. Penanaman modal disebut sebagai penanaman modal jangka pendek, karena pada dasarnya mereka melakukan penjualan dan / atau mata uang dalam jangka waktu yang relatif singkat, tergantung pada fluktuasi mata uang dan / atau mata uang yang digunakan mereka perjual belikan.
Faktor-Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Dalam Rangka Penanaman
Modalitas yang kompleks sebelum melakukan penanaman modal:
Masalah Risiko Menanam Modal (Risiko Negara)
Risiko masalah negara merupakan faktor yang cukup dominan yang menjadi dasar dalam melakukan kegiatan investasi. Salah satu aspek yang paling mencolok oleh investor adalah aspek stabilitas politik dan politik. akan menelurkan akan semakin besar.
Disamping aspek stabilitas politik dan Keamanan, aspek-aspek lain yang Harus diungkapkan, antara lain:
Aspek tanggung
Aspek Ekonomi
Aspek tersebut Pembayaran Dan Utang Luar Negeri.
Masalah Birokrasi
Birokrasi yang sangat panjang memang dapat menghasilkan kondisi yang kurang kondusif bagi kegiatan penanaman modal, namun dapat mengurungkan niat para pemodal untuk melakukan investasi. Birokasi yang panjang biaya juga akan menambah biaya, yang akan memberatkan para calon pemodal karena dapat menghasilkan usaha yang akan membuat tidak layak.
Masalah Transparansi dan Kepastian Hukum
Bagi calon investor, ada cara-cara penanaman modal akan menciptakan kepastian hukum dan menjadikan sesuatunya menjadi mudah terduga. Salah satu hal yang dilakukan di sini adalah daftar dan distribusi negatif di bidang penanaman modal.
Masalah Alih Teknologi
Adanya aturan yang terlampau dari negara-negara dapat mengurangi minat yang berkembang dalam mengembangkan usahanya.
Masalah Jaminan Investasi
Salah satu faktor yang sangat jelas oleh para pemodal sebelum melakukan kegiatan penanaman modal adalah hal-hal yang memungkinkan dari hal-hal pencatatan hal-hal seperti kerusuhan, penyitaan, hura-hura dan pengambilalihan.
Masalah Ketenagakerjaan
Adanya kekuatan kerja dan solusi dalam jumlah yang tepat dan tidak terlalu tinggi akan menjadi faktor yang sangat dipahami oleh para investor sebelum melakukan kegiatan penanaman modalnya.
Antara masalah penanaman modal dengan masalah ketenagakerjaan ada hubungan timbal balik yang sangat erat, di mana penanaman modal di satu pihak memberikan implikasi yang terciptanya pekerjaan yang melibatkan beberapa tenaga kerja besar di berbagai sektor, sementara di lain pihak kondisi SDM yang tersedia dan pekerjaan yang melingkupinya akan memberikan pengaruh yang besar pula bagi diperlukan tinggi atau penururnan penanaman modal.
Masalah Infrastruktur
Tersedianya jaringan insfrastruktur yang memadai akan sangat banyak digunakan dalam menunjang proyek-proyek penanaman modal. Oleh karena itu, tersedianya jaringan insfrastruktur seperti perhubungan (darat, laut, dan udara), juga sarana komunikasi, merupakan faktor yang sangat penting oleh calon investor.
Masalah Keberadaan Sumber Daya Alam
Masalah SDA merupakan salah satu daya tarik utama dalam melakukan kegiatan investasi. Negara-negara yang kaya akan SDA sebagai bahan baku atau komoditi dalam industri, telah menjadi tujuan utama para pemilik modal untuk menanamkan modalnya.
9. Masalah Akses Pasar
Akses terhadap pasar yang besar juga menjadi tujuan utama para pemilik modal untuk menanamkan modalnya. Hal ini sangat mudah untuk berbunyi akses ke pasar yang akan mampu menyerap produk yang dihasilkan dari kegiatan penanaman modal.
10. Masalah Insentif Perpajakan
Mengingat aktivitas-aktivitas tersebut merupakan kegiatan yang berorientasi mencari keuntungan, beberapa insentif di bidang perpajakan akan sangat membantu menyehatkan arus kas serta mengurangi secara substansi biaya produksi yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan profit margin dari kegiatan-kegiatan penanaman modal.
Kebijakan Investasi di beberapa Negara ASEAN (Suatu komparasi)
Untuk memberikan gambaran Sales manager mengenai kebijakan Investasi PADA negara-negara ASEAN, akan digunakan beberapa faktor sebagai parameter, Yaitu sebagai berikut:
* Masalah badan hukum
* Masalah Kelembagaan di Bidang Pengembangan Dan regulasi
* Masalah pembatasan Terhadap Investasi Asing
* Masalah Shifting di Bidang Penanaman modal
* Masalah Struktur Perpajakan
Masalah perburuhan
masalah hak differences kekayaan intektual
masalah Penyelesaian Sengketa






